√ Apa Itu Obligasi? Penjelasannya, Contoh Dan Kelebihan

Jika kamu mencari artikel ini kemungkin besar kamu merupakan seorang yang kuliah di bidang keuangan atau kamu seorang yang sudah memiliki penghasilan uang dan ingin menginvestasikan uang yang kamu punya ke instrumen-instrumen investasi yang menjanjikan keutungan lebih besar ketimbang jika kamu hanya menabung di bank konvensional dengan suku rasio yang sangat rendah mungkin tidak sampai 1% pertahun. Namun jika kamu ingin menginvestasikan cold money/ uang yang tidak kamu pakai dan mendapatkan return yang lebih besar Saham, Obligasi atau Pasar Uang adalah pilihan yang tepat. Nah pada kesempatan ini Jooinfoo akan berbagi informasi lengkap mengenai apa itu Obligasi/Bonds.




Apa Itu Obligasi/Bonds?

Obligasi adalah istilah dalam pasar modal untuk menyebut surat pernyataan utang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Ringkasnya, penerbit obligasi adalah pihak yang berutang dan pemegang obligasi adalah pihak yang berpiutang.

Dalam obligasi, dituliskan jatuh tempo pembayaran utang beserta bunganya (kupon) yang menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Jangka waktu obligasi yang berlaku di Indonesia umumnya 1 hingga 10 tahun.


Contoh Penggunaan Obligasi

Pemerintah menerbitkan 100 lembar obligasi. Tertera pada dokumen obligasi tersebut sebagai berikut:

Harga pokok Rp 10.000.000

Jangka waktu obligasi 5 tahun

Kupon bunga sebesar 12%

Periode pembayaran adalah triwulan

Mr Y membeli selembar obligasi ini. Dia membayar harga pokok obligasi sebesar Rp 10.000.000,-. Setelah memegang obligasi tersebut, Mr Y mendapatkan bunga sebesar 12% per tahunnya, tetapi dibayarkan setiap 3 bulan. Bunga yang didapatkan Mr Y per tahunnya adalah sebesar Rp 1.200.000,-, dibayarkan oleh pemerintah setiap 3 bulan sebesar Rp 300.000,-. Setelah 5 tahun, masa obligasi ini akan habis dan Mr Y akan mendapatkan uangnya kembali, yaitu sebesar Rp 1.000.000,-.

Jika obligasi yang dikeluarkan terjual habis, maka pemerintah mendapatkan modal uang sebesar 100 x Rp 10.000.000 = Rp 1.000.000.000,- (1 milyar rupiah)


Kelebihan Obligasi

Keuntungan yang diperoleh dari kupon (bunga) yang terbagi atas tiga jenis, yaitu kupon tetap (fixed coupon) dan kupon mengambang (floating/variable coupon). Walaupun demikian, ada obligasi yang tak memberlakukan kupon (zero coupon bond). Imbal balik (yield) obligasi yang didapat bisa besar tergantung dari jangka waktu obligasi. Makin lama, makin besar keuntungannya.

Keuntungan yang diperoleh dari selisih harga obligasi (dalam persentase) setelah diperdagangkan. Misalnya, harga awal obligasi 100%. Ketika hendak dijual, harganya ternyata naik menjadi 115%. Jadi, kalau Anda menjualnya, keuntungan yang didapat 15% (istilahnya capital gain 15%).

Aman karena pembayaran kupon dan pokok dijamin UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008.

Kupon/bunga obligasi lebih tinggi dibandingkan bunga deposito.

Mudah untuk diperdagangkan di Pasar Sekunder yang diatur mekanisme Bursa Efek Indonesia (BEI) atau transaksi di luar bursa.

Bisa dijaminkan sebagai agunan, seperti obligasi negara.


Sekian semoga infromasi mengenai Obligasi dapat memberikan manfaat untuk kita semua.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel